Berikut review
mengenai kisah nelayan di perbatasan pulau lengkang kec. Blk. Padang, Batam
(Prov. Kepulauan Riau) yang berbatasan langsung dengan negara singapura , pulau
lengkang masuk dalam wilayah kerja pemerintah kota dan dihuni sekitar 200 lebih
kepala keluarga dan kekuasaan laut pulau lengkang di pegang oleh TNI angakatan
laut, rata rata masyarakat yang berada di pulau lengkang ini berprofesi sebagi nelayan
dan kehidupan mereka sudah di bilang merdeka dan sudah modern karena mereka
sudah bisa mencari ikan tanpa harus berperang dan modern karena dari segi
pakain sudah memakai baju seperti masyarakat pada umumnya.
Dalam video ini jika
di tinjau dalam segi teori politik, dapat kita lihat bagaimana kehidupan
masyarakat, kekuasaan pemerintah, negara, dan juga bagaimana pengaruh wilayah
perbatasan terhadap negara. Laut memang menjadi tumpuan hidup masyarakat pulau
lengkang. Akan tetapi timbul sebuah masalah dari nelayan pulau lengakang yaitu
sering kali diusir oleh petugas laut singapura karena di tuduh memancing di
wilayah perairan singapura, padahal menurut nelayan nelayan di pulau lengkang
ini mengira masih dalam wilayah perairan Indonesia, bagi nelayan yang tidak
mengetahui tempat perbatasan mempunyai resiko main kucing kucingan terhadap
pihak berwajib singapura dan apabila ada dari nelayan yang tertangkap akan di hancurkan
barang barangnya,
Memang sebagian besar
dari nelayan pulau lengkang tidak tahu pasti perbatasan antara laut indonesia
dengan laut singapura karena menurut mereka tidak ada di berikannya sebuah
tanda perbatasan atau memberi pelampung agar mereka tahu perbatasan untuk
mencari ikan. Pengaruh wilayah perbatasan terhadap negara sangat terlihat karena sering adanya nelayan indonesia yang kebablasan lewat wilayah perbatasan, untuk memberi solusi dari masaslah tersebut seharusnya di wilayah perbatasan di berikan pos penjaga di laut atau pelampung agar nelayan-nelayan pulau lengkang tau wilayah batas perbatasan.
Menurut kolonel laut
eko suyatno kenapa nelayan nelayan di pulau lengkang ini tidak mengetahui batas
perbatasan karena mereka menggunakan boot pancung atau kapal tanpa gps dan tidak mengetahui
wilayah batas perbatasan sehingga mereka masuk di dalam wilayah perbatasan. Seharusnya
jika mereka sudah mendapatkan hak untuk mencari ikan, mereka harus melakakuan kewajiban
seperti memberi gps di boot masing masing dan memahami wilayah batas perbatasan
agar tidak tertangkap oleh pihak berwajib negara
singapura.
Bagus sekali ramadhani
BalasHapusBagus
BalasHapusBagus
BalasHapussangat menginspirasi...
BalasHapusditunggu postingan berikutnya...
Bermanfaat sekali
BalasHapusbagus
BalasHapusulasan yang menarik dan menambah wawasan :)
BalasHapusbagus dan bermanfaat
BalasHapussangat menarik ditunggu postingan selanjutnya
BalasHapussangat menarik ditunggu postingan selanjutnya
BalasHapusulasan yang menarik dan bermanfaat
BalasHapusUlasannya sangatlah bermaanfaat bagi kita dan tau bagaimana kehidupan di sana.
BalasHapusTernyata tidak semua nelayan mendapatkan informasi ttg batas laut, yg membuat mereka sering melewatinya
BalasHapus